Minggu, 26 Agustus 2012
07.25
Tuhan Ku Ingin Pulang...!!!
Author:
newsbuzzz
Pulang sebagai kalimat pamungkas ketika jalan kita mulai buntu, terkadang tangisan hanya gambaran sementara yang sifatnya instan. Gambaran pulang salah satu wujud yang tak berkesudahan, jika dia sesosok mahluk maka setiap orang pasti ingin menjumpai kata Pulang. Terkadang kita tidak mampu menerjemahkan pulang dalam bentuk laku, itu karena kebuntuan pilihan yang tidak tersedia. Apatah lagi kemalasan membuat kita ternina bobo dan asyik masyik dan larut di dalamnya, Tuhan menjadi simbol kekuatan.
Kebahagian diraih dari urusan urusan sederhana, namun memaknai kebahagian butuh pengulangan pengulangan benturan kehidupan. Memang boleh dibilang kehidupan ini sedang tidak bermain main, butuh logika dan arena yang tepat untuk menyelesaikannya, sebab dunia adalah arena tak bertuan. Setiap orang bebas menafsirkan kebahagiaannya masing masing, namun tidak semua orang bebas menafsirkan kehidupan jika kehidupan itu berjalan datar-datar saja.
Seorang anak pengusaha meraih kebahagiannya di diskotik dan tempat-tempat hiburan malam atau di tempat hiburan lainnya. Walaupun mengeluarkan kocek yang besar namun itu bukan masalah bagi mereka namun untuk memulangkan mereka kearah yang lebih normal itu agak sulit, walau mereka mengeluarkan uang sebanyak banyaknya, karena dunia mereka adalah Pop Culter. Walaupun kita tidak paham apa sebenarnya yang mereka ingin kan karena segalah sesuatunya mereka miliki.
Banyak orang bilang langit itu luas, namun banyak juga yang bilang dunia itu lebih luas, entahlah sebab Tuhan tidak pernah mempersoalkan luas dan besarnya langit dan dunia ini. Karena jika Dunia dan langit luas bisa membuat kecemburuan pada pemilik langit dan dunia, Tuhan melingkupi segalah sesuatunya. Tuhan tidak pernah marah, Tuhan tidak pernah cemburu dengan mahluknya namun Tuhan menegur manusia dalam benturan kehidupan. Terkadang Tuhan menurunkan Petir, Angin kencang, Tsunami dan kita tak kuasa menahan perih bahkan kita menangisi nya, namun setelah itu Tuhan menurunkan pelangi.
Adanya bukit dan gunung sebagai simbol kepercayaan alam kepada makhluk Tuhan yang sadar akan kebesaran-Nya, Tuhan ingin menerjemahkan dirinya dalam bentuk alam semesta. Cermin ini adalah simbol kekuasaan yang tak terbatas, dan setiap saat Dia pun bisa menghamburkan api nya seperti sesosok naga. Walau kadang kita lalai dalam urusan urusan sederhana, kata terimakasih pun kadang kita lupakan.
Atau begini saja kita kembalikan pada komitmen awal tentang keesaan Tuhan bahwa kita pernah janji untuk taat kepada Tuhan sebelum kita lahir. Namun terkadang kita lupa setelah kita besar pemikiran kita ini melahirkan banyak Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah marah, seperti marahnya seorang direktur kepada bawahannya, justru Tuhan memberikan kesempatan kedua dan ketiga untuk berbuat baik. Lagi-lagi masih ada saja yang tidak taat aturan Tuhan mereka sibuk dan asyik masyik dalam tarian dan kesenangan dunia.
Ingin ku menguatkan hati ini menjamah-Mu dalam setiap doa dan perilaku, namun cermin dunia yang ku hadapai begitu rumit dan berliku. Aku hanya ingin membuat engkau kagum terhadapku agar engkau tahu bahwa aku masih bisa kembali pulang. Energi yang engkau sisipkan kepadaku tinggal sebatang saja, rokok yang ku hirup setiap hari dan secangkir kopi yang menemani hanya ada disaat saat susah itu datang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar