Minggu, 26 Agustus 2012

Dongeng...


Ini hanyalah sebuah dongeng yang mungkin sudah jarang di ceritakan kepada kita, waktu kita masih kecil dulu sebelum tidur biasanya kita di ceritakan dongeng. Yang paling saya ingat dulu sebelum saya tidur saya selalu di ceritaka peristiwa terjadinya Gunung Lapau, Waktu saya ke Jawa cerita  Lapau menjadi Damar Wulan, kalau di Kolaka namanya Lakupa, sementara di Konawe Utara namanya Oheo...Cerita Lapau sendiri adalah cerita 7 bidadari yang di sembunyikan selendangnya akhirnya bidadari itu menikah dengan Lapau. Tapi anehnya disetiap daerah ceritanya hampir sama hanya namanya saja yang beda. Namun tujuan dari cerita ini agar kita jangan menggunduli hutan karena di hutan ada gunung Lapau. Trus ada juga cerita si Kancil sang penipu, ada juga cerita Kandole, dan masih banyak lagi...

Dongeng ada lah kearifan Lokal yang harus terus di jaga...karena kandungan makna disitu ada pesan ibu/ bapak untuk anaknya, kalau di Amerika sebelum anak mereka tidur mereka selalu diceritakan berapa jumlah orang kaya disana, akhirnya jadilah Amerika Negara kapitalis. Di Afganistan sebelum mereka tidur mereka selalu di dongengkan sahabat Nabis yang jihad di medan perang. Sementara di Indonesia sebelum tidur biasanya di ceritakan si kancil sang penipu, maka jadi lah Negara kita Negara penipu, mau berpolitik harus menipu, mau berbisnis harus menipu, birokrasi harus menipu...Hmmm Karakter orang2 Indonesia...

Berikut adalah dongeng se ekor anjing yang serakah:

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

0 komentar:

Posting Komentar