Minggu, 26 Agustus 2012
07.20
Responding to Young People Who Fought Dreams
Author:
newsbuzzz
" Pemuda yang berjalan tanpa mimpi, dia bukan siapa-siapa"
So Hok Gie
Catatan seorang Demonstran ku baca saat peluncuruan film "Gie" film itu mengisahkan tentang catatan seorang demonstran 60-an. Meninggal di usia muda yang memilih terasing, dari pada mati dalam kemunafikkan. Catatan itu dilukiskan buat anak muda yang punya semangat.
Kita terlanjur membangun mimpi dalam ruang ide, yang tentunya kelak akan kita bayar mahal walau jalannya begitu rumit kegagalan menjadi spirit. Sesuatu yang tak ada habisnya itu akan terhenti dengan sendirinya, jadi buat apa takut dengan kegagalan toh kegagalan itu ada batas nya. Kecuali kalau kita yang tak mampu menjawab tanda tanda zaman dan menyesali diri dalam keputus asaan.
Kita ini bukan raksasa namun kita lahir dialam persaingan yang begitu dahsyat, dan kita pun harus menyamar menjadi raksasa. Kapitalisme adalah persaingan, dan persaingan itu butuh tenaga dan pikiran, jika masih berada di jalan yang lunak maka siap2 digilas kaki tangan sang kapitalisasi.
So...Jangan pernah berjalan di jalan yang lunak, namun hati-hatilah dengan jalan yang engkau bangun karena jatuh itu bukan main sakitnya. Sembari ingin berkata Hewan saja mencari makan dijalan yang keras, apatah lagi manusia dengan akal dan pikirannya. Bukan kah kita ini lahir pertama kali bersaing dengan ribuan sperma dan kita bertarung abis-abisan, itulah perang pertama yang kita taklukkan menjadi mahkluk manusia.
Jika engkau lunak pada kenyataan maka kehidupan akan keras, jika engkau keras pada kehidupan maka kehidupan itu akan melunak. Apapun jalan mu pertanggung jawabannya adalah mengawabnya sampai tuntas walau kadang anda harus diberikan berbagai macam pilihan-pilihan. Karena kalimat akhir dari setiap bab dalam setiap buku buku filsafat pasti ada kesimpulan di dalamnya, yaitu bab V.
Fokus, Profesionalisme bahasa kapital yang mencoba membuat kotak paradigma dipikiran dan tingkah laku anda, maka jalani apa yang ada di depan mata. Toh pada akhirnya kekacauan itu akan menstrukturkan dirinya dalam bingkai keteraturan.
Warkop Haji Anto Lama, Mandonga 2012
Derlin. M. Noor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar