Jumat, 31 Agustus 2012
23.57
Menahan Hujan Dalam Payung Kendari Kreatif; Menendang Gurita Kapitalisasi Ekonomi
Author:
newsbuzzz
Saya senang kalimat teman saya Puding, "Kita tidak butuh Sempurna untuk Bisa Bergerak" Kalimat yang singkat namun membuat saya berfikir. Kalimat menunggu berarti menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu, menunggu berarti menahan diri untuk bertindak. Sehingga kata menahan sendiri menjadi sebuah kefakuman diri untuk tidak melakukan aktifitas menuju sempurna.
Namun ditengah arus gelombang kapital yang semakin sulit terbendung, bagai hujan dan halilintar maka kita butuh pertahanan diri untuk membendung gurita kapital. Perekonomian Kota Kendari boleh lah dibilang setara dengan Kota Kota Kelas menengah yang ada di Indonesia. Hal ini ditandai dengan masuknya berbagai macam Investor Kelas Dunia untuk menancapkan saham nya di Kota Kendari. Mereka tidak segan-segan untuk menikam Bumi Anoa dengan pancangan besi baja yang menjurus tepat di tanah Anoa.
Teluk Kendari yang merupakan Simbol Kota Kendari yang memiliki estetika sebagai sumber ekonomi pun ikut tersedot dalam gurita kapital. Tajamnya kuku jembatan bahteramas, revitalisasi teluk, hingga menjamurnya Hotel berbintang di pinggir teluk menjadikan tanah anoa yang kita tempati semakin tidak perawan lagi. Di pinggir teluk ada juga kafe-kafe tenda yang dihuni oleh mereka-mereka yang haus hiburan wanita yang menjajakkan sex dan minuman keras, hal ini semakin menunjukkan bahwa tempat ini sangat komersil.
Memang kapital sulit dibendung, namun Kendari yang memiliki letak geografis pegunungan cukup familiar bila dikatakan Kendari ini hampir mirip dengan Kota Pare-pare, dan ibu Kota Sulawesi Barat Mamuju. Jumlah penduduk yang berada di kisaran 300 ribu jiwa merupakan sasaran empuk kapital untuk bermain-main dikota ini. Namun mereka yang melakukan proses perdagangan di tempat ini adalah mereka yang hanya berdagang mengumpul hasil dagangan dan membawa keluar. Sehingga wajar jika kita katakan pedagang lokal hanya meraih ampas-ampas perdagangan, atau sebagian kecil saja, karena sebagian besar dirampas oleh kelompok ekonomi kapital.
Sehingga keinginan untuk membendung arus dominan maka ekonomi kerakyatan dalam hal ini industri mikro harus digiatkan guna membangun perekonomian kelas bawah. Kendari Kreatif tentunya salah satu paguyuban yang intens memberikan warna tersendiri guna menggiatkan ekonomi kerakyatan masyarakat. Hal ini ditandai dengan adanya kelompok muda yang resah terhadap kondisi perekonomian Kota kendari yang hanya punya budaya Konsumsi namun tidak dibarengi dengan kemampuan Produksi. Keresahan ini tentunya dirasakan oleh kelompok muda yang ada dikota-kota lainnya di Indonesia.
Untuk menjadikan Kendari Kreatif sebagai lembaga baru yang mencoba mengikis produk luar, maka dengan adanya pertemuan-pertemuan dari warkop ke warkop hal ini memberikan angin segar buat masyarakat yang selama ini berparadigma kalau sudah jadi PNS maka hidup sudah mapan. Salah satu upaya lahirnya Kendari Kreatif adalah bagaimana merubah paradigma lama yang selalu menjadikan birokrasi sebagai ladang perekonomian. Sebagai masyarakat kreatif tentunya hal ini tidak semuda membalikkan telapak tangan, karena merubah paradigma masyarakat membutuhkan waktu yang cukup lama.
Jika kita umpamakan Kendari Kreatif sebagai payung untuk menahan laju pertumbuhan pembangunan maka dalam hal ini kapitalisasi ekonomi sebagai hujannya. Kata kuncinya adalah bertahan yang berkualitas,dan beregerak yang berkualitas.
Senin, 27 Agustus 2012
Setan apa yang merangsek masuk dihati mereka-mereka yang membunuh saudara se Islam? Kenapa mereka tiba-tiba beringas bagai srigala menyergap sang angsa. Hanya karena persoalan beda tafsiran memahami Islam, perbedaan imam kita kemudian menampilkan watak beringas. Syi’ah Sampang yang dibantai, ibarat miniatur islam zaman Umayyah Abbasiyah terulang di Surabaya. Padahal sama-sama menganut Islam lantas apakah sejarah pembantaian akan terulang secara terus menerus?.
Dimana kemanusiaan manusia yang notabenenya memiliki hati dan perasaan, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dibunuh. Membunuh makhluk Tuhan berarti meniadakan Tuhan sebagai kuasa tunggal yang mencipta dan mematikan. Kalau manusia sudah bertugas mematikan, berarti manusia tersebut sudah mengganti tugas Tuhan yang mematikan makhluk manusia.
Kenapa orang Indonesia menyimpan watak Israil yang membantai warga palestina, kenapa Indonesia seperti Thailand yang membantai warga muslim?. Apakah karena persoalan kuat dan lemah adalah sebab musabab dari semua Konflik?. Kenapa yang kuat tidak menghargai minoritas, lantas apakah pembunuhan di Surabaya Warga Syi'ah adalah Jihat?.
Mungkin kita perlu tafsir ulang tentang definisi Jihat, apakah dikatakan jihat jika kita membunuh kaum minoritas yang terlalu sering di pertontonkan di Indonesia. Gelombang issu yang terus mewarnai media massa hari ini salah satu bukti bahwa kita tidak bisa akur. Sehingga kita bisa menyimpulkan kalau pembantaian di Surabaya Murni pembantaian Kelompok Mayoritas ke Kelompok Minoritas, sama seperti yang terjadi di Palestina.
Indonesia di injak-injak warga Malaysia kita hanya diam dan menjadi penonton, tapi jika mereka melihat ada satu paham yang menampilkan dirinya, dalam hal ini memberikan pencerahan mala kita membantainya. Kalau mereka kuat sebaiknya mereka ke Palestina bantu warga muslim disana, jangan membantai warga muslim sendiri. Hanya karena persoalan beda buku bacaan dan kemanusiaan hilang, alangkah biadabnya kemanusiaan itu.
Menurut saya ini hanya pengalihan Issu yang dilakukan oleh pemerintah terhadap issu-issu yang memojokkan Pemerintah. Sehingga gampang saja Pemerintah membelokkan issu jika mereka sudah terpojok. Begitu kejam bangsa ini melihat anak Negerinya dibantai secara sadis, tidak boleh membawa pencerahan buat warganya. Sehingga digelembungkanlah Issu aliran sesat, sesuatu yang berualang-ulang dipertontonkan dan kita hanya asik masik menyaksikan peristiwa pembantaian itu.
Korupsi boleh saja berkurang namun lagi-lagi pembunuhan makin meningkat, Issu aliran sesat begitu reaktif ditelinga masyarakat. Kondisi demikian yang disenangi oleh Pemerintah saat ini karena Media mengemas dengan seenaknya lalu menghakimi kaum minoritas sebagai kaum kafir. Alangkah rusaknya bangsa ini yang begitu gencar melakukan pengalihan Issu agar mereka tidak terpojok pada kasus korupsi. Harus ada korban untuk satu kali pengalihan issu.
Mereka yang di provokasi sedikit merasa bangga karena mereka telah berjihat dijalan Tuhan, padahal Tuhan menciptakan Agama Islam bukan untuk jadikan martir. Apalagi diantara mereka yang membantai mungkin tidak paham akar sejarah pembantaian tersebut. Jika memang mereka membunuh atas perintah Tuhan apakah hal ini sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW?. Kalau memang hanya persoalan paham yang dianut masing-masing kelompok, kenapa kita harus membunuh. Lagian yang melakukan penyerangan belum tentu mereka rajin masuk masjid.
Dimana kemanusiaan manusia yang notabenenya memiliki hati dan perasaan, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dibunuh. Membunuh makhluk Tuhan berarti meniadakan Tuhan sebagai kuasa tunggal yang mencipta dan mematikan. Kalau manusia sudah bertugas mematikan, berarti manusia tersebut sudah mengganti tugas Tuhan yang mematikan makhluk manusia.
Kenapa orang Indonesia menyimpan watak Israil yang membantai warga palestina, kenapa Indonesia seperti Thailand yang membantai warga muslim?. Apakah karena persoalan kuat dan lemah adalah sebab musabab dari semua Konflik?. Kenapa yang kuat tidak menghargai minoritas, lantas apakah pembunuhan di Surabaya Warga Syi'ah adalah Jihat?.
Mungkin kita perlu tafsir ulang tentang definisi Jihat, apakah dikatakan jihat jika kita membunuh kaum minoritas yang terlalu sering di pertontonkan di Indonesia. Gelombang issu yang terus mewarnai media massa hari ini salah satu bukti bahwa kita tidak bisa akur. Sehingga kita bisa menyimpulkan kalau pembantaian di Surabaya Murni pembantaian Kelompok Mayoritas ke Kelompok Minoritas, sama seperti yang terjadi di Palestina.
Indonesia di injak-injak warga Malaysia kita hanya diam dan menjadi penonton, tapi jika mereka melihat ada satu paham yang menampilkan dirinya, dalam hal ini memberikan pencerahan mala kita membantainya. Kalau mereka kuat sebaiknya mereka ke Palestina bantu warga muslim disana, jangan membantai warga muslim sendiri. Hanya karena persoalan beda buku bacaan dan kemanusiaan hilang, alangkah biadabnya kemanusiaan itu.
Menurut saya ini hanya pengalihan Issu yang dilakukan oleh pemerintah terhadap issu-issu yang memojokkan Pemerintah. Sehingga gampang saja Pemerintah membelokkan issu jika mereka sudah terpojok. Begitu kejam bangsa ini melihat anak Negerinya dibantai secara sadis, tidak boleh membawa pencerahan buat warganya. Sehingga digelembungkanlah Issu aliran sesat, sesuatu yang berualang-ulang dipertontonkan dan kita hanya asik masik menyaksikan peristiwa pembantaian itu.
Korupsi boleh saja berkurang namun lagi-lagi pembunuhan makin meningkat, Issu aliran sesat begitu reaktif ditelinga masyarakat. Kondisi demikian yang disenangi oleh Pemerintah saat ini karena Media mengemas dengan seenaknya lalu menghakimi kaum minoritas sebagai kaum kafir. Alangkah rusaknya bangsa ini yang begitu gencar melakukan pengalihan Issu agar mereka tidak terpojok pada kasus korupsi. Harus ada korban untuk satu kali pengalihan issu.
Mereka yang di provokasi sedikit merasa bangga karena mereka telah berjihat dijalan Tuhan, padahal Tuhan menciptakan Agama Islam bukan untuk jadikan martir. Apalagi diantara mereka yang membantai mungkin tidak paham akar sejarah pembantaian tersebut. Jika memang mereka membunuh atas perintah Tuhan apakah hal ini sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW?. Kalau memang hanya persoalan paham yang dianut masing-masing kelompok, kenapa kita harus membunuh. Lagian yang melakukan penyerangan belum tentu mereka rajin masuk masjid.
Minggu, 26 Agustus 2012
Keindahan Kota Lama di Kota Kendari, seyogyanya Kapitalisme yang mengusung pembangunan bahwa paradigma ini memakan habis tradisional dan sejarah. Tingkah laku kapitalisasi berdampak pada penghancuran bukti-bukti sejarah masa lalu yang kini tinggal kenangan. Mungkin ini naif namun kenyataan berkata lain, bahwa pembangunan harus terus berjalan tanpa diimbangi dengan kesejahteraan Masyarakat.
Memang kadang terlalu kejam jika kita memikirkan bagaimana kerakusan kapitalisme mengobok-obok suatu daerah. Tapi itulah kenyataannya bahwa Kapitalisme akan terus berjalan meninggalkan konsep tradisional. Kebijakan yang lahir tidak pernah memihak pada kearifan lokal suatu daerah, karena ada dan tidak adanya sejarah kapitalisasi akan tetap berjalan.
Desain dari Pembangunan Kota Kendari yang mengarah pada upaya pemerataan ekonomi justru berdampak pada penghancuran entitas sejarah masa lalu. Bukti-bukti bangunan kuno yang pernah megah di zamannya sebentar lagi akan diratakan. Dengan kata pembebasan lahan, yang sama saja pemberangusan bukti sejarah rumah kuno dimasa pertama kali Kendari Mengenal Modernisasi. Karena Berbicara Sejarah Kota Kendari selalu diawali dengan proses terbentuknya pertama kali Kota Kendari.
Jalur perdagangan masa silam diawali di Kota Lama tepatnya berada di ujung teluk Kota Kendari yang secara topografi memiliki kedekatan erat dengan jalur perdagangan bangsa Arab,Cina dan Bugis. Tempat ini pernah menjadi sentra perekonomian yang cukup brilian di semenanjung Sulawesi Tenggara. Namun apa dikata kondisi kekinian menjadikan Kota lama sebagai santapan pembangunan yang sebentar lagi tergusur dari pola kebijakan Pemerintah.
Kota Lama sebagai benteng pertahanan jepang menyimpan sejarah yang cukup memberikan arti tentang bagaimana terbentuk nya Kota Kendari. Sebab Kota Lama adalah ruas Kota yang dianggap oleh Pemerintah sebagai area Kumuh, dan perlu diratakan. Namun lagi-lagi kata pembangunan menjadi musuh dari berdirinya bangunan bangunan tua yang tidak perlu diselamatkan. Sehingga Kota Lama menjadi kenangan yang tidak memiliki arti sama sekali dimata mereka yang menganggap Kota Lama sebagai daerah Kumuh. Padahal kalau Pemerintah bisa menjadikan Kota Lama sebagai Simbol sejarah masa lampau, bisa jadi Kota ini menjadi Kota Sejarah dan Pariwisata.
Memang kadang terlalu kejam jika kita memikirkan bagaimana kerakusan kapitalisme mengobok-obok suatu daerah. Tapi itulah kenyataannya bahwa Kapitalisme akan terus berjalan meninggalkan konsep tradisional. Kebijakan yang lahir tidak pernah memihak pada kearifan lokal suatu daerah, karena ada dan tidak adanya sejarah kapitalisasi akan tetap berjalan.
Desain dari Pembangunan Kota Kendari yang mengarah pada upaya pemerataan ekonomi justru berdampak pada penghancuran entitas sejarah masa lalu. Bukti-bukti bangunan kuno yang pernah megah di zamannya sebentar lagi akan diratakan. Dengan kata pembebasan lahan, yang sama saja pemberangusan bukti sejarah rumah kuno dimasa pertama kali Kendari Mengenal Modernisasi. Karena Berbicara Sejarah Kota Kendari selalu diawali dengan proses terbentuknya pertama kali Kota Kendari.
Jalur perdagangan masa silam diawali di Kota Lama tepatnya berada di ujung teluk Kota Kendari yang secara topografi memiliki kedekatan erat dengan jalur perdagangan bangsa Arab,Cina dan Bugis. Tempat ini pernah menjadi sentra perekonomian yang cukup brilian di semenanjung Sulawesi Tenggara. Namun apa dikata kondisi kekinian menjadikan Kota lama sebagai santapan pembangunan yang sebentar lagi tergusur dari pola kebijakan Pemerintah.
Kota Lama sebagai benteng pertahanan jepang menyimpan sejarah yang cukup memberikan arti tentang bagaimana terbentuk nya Kota Kendari. Sebab Kota Lama adalah ruas Kota yang dianggap oleh Pemerintah sebagai area Kumuh, dan perlu diratakan. Namun lagi-lagi kata pembangunan menjadi musuh dari berdirinya bangunan bangunan tua yang tidak perlu diselamatkan. Sehingga Kota Lama menjadi kenangan yang tidak memiliki arti sama sekali dimata mereka yang menganggap Kota Lama sebagai daerah Kumuh. Padahal kalau Pemerintah bisa menjadikan Kota Lama sebagai Simbol sejarah masa lampau, bisa jadi Kota ini menjadi Kota Sejarah dan Pariwisata.
Ini hanyalah sebuah dongeng yang mungkin sudah jarang di ceritakan kepada kita, waktu kita masih kecil dulu sebelum tidur biasanya kita di ceritakan dongeng. Yang paling saya ingat dulu sebelum saya tidur saya selalu di ceritaka peristiwa terjadinya Gunung Lapau, Waktu saya ke Jawa cerita Lapau menjadi Damar Wulan, kalau di Kolaka namanya Lakupa, sementara di Konawe Utara namanya Oheo...Cerita Lapau sendiri adalah cerita 7 bidadari yang di sembunyikan selendangnya akhirnya bidadari itu menikah dengan Lapau. Tapi anehnya disetiap daerah ceritanya hampir sama hanya namanya saja yang beda. Namun tujuan dari cerita ini agar kita jangan menggunduli hutan karena di hutan ada gunung Lapau. Trus ada juga cerita si Kancil sang penipu, ada juga cerita Kandole, dan masih banyak lagi...
Dongeng ada lah kearifan Lokal yang harus terus di jaga...karena kandungan makna disitu ada pesan ibu/ bapak untuk anaknya, kalau di Amerika sebelum anak mereka tidur mereka selalu diceritakan berapa jumlah orang kaya disana, akhirnya jadilah Amerika Negara kapitalis. Di Afganistan sebelum mereka tidur mereka selalu di dongengkan sahabat Nabis yang jihad di medan perang. Sementara di Indonesia sebelum tidur biasanya di ceritakan si kancil sang penipu, maka jadi lah Negara kita Negara penipu, mau berpolitik harus menipu, mau berbisnis harus menipu, birokrasi harus menipu...Hmmm Karakter orang2 Indonesia...
Berikut adalah dongeng se ekor anjing yang serakah:
Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.
07.57
Author:
newsbuzzz
KENDARI BEACH, begitu sapaan akrabnya,yang kini hanya tempat pembuangan terakhir masyarakat Kota Kendari yang jumlah penduduknya 300 ribu jiwa. Kendari Beach salah satu tempat hiburan masyarakat Sulawesi Tenggara, matahari yang terbenam malu-malu tenggelam di pantai ini mungkin karena pantai ini digenangi lumpur sampah dari Kota Kendari. Sayangngnya NGO/LSM tidak punya kreatifitas dalam menyelamatkan pantai ini, NGO/LSM di Kota ini hanya dijadikan sebagai tukang pajak buat pejabat.
Keindahan pantai ini tidak menampakkan naturalisasinya karena pantai ini selain menjadi tempat sampah,juga dijadikan sebagai tempat parkirnya kapal kayu yang sudah tua. Dipinggiran pantainya berjejer kafe esek-esek tempat penjajakan wanita-wanita malam. Padahal sudah ada mesin penyedot lumpur sampah dari Pemerintah Kota namun tidak fungsional, selain itu pemerintah sebaiknya menyiapkan mesin penyedot Perempuan malam agar tidak bergentayangan di pantai ini.
Pernah satu kisah di Harian Pedoman Rakyat saat mengejar berita...
Tuntutan menjadi seorang wartawan memang berat, walau pun chanel banyak namun kehidupan seorang wartawan jauh berbedalah dengan seorang PNS Tambang atau PNS KPU. Dengan modal HP dan kertas catatan sebagai pemburuh berita adalah syarat turun dilapangan. Pengalaman menjadi seorang wartawan memang ribet di banding dengan menjadi seorang aktifis yang hanya mengandalkan Sandal jepit dan mega Phone. Penampilan norak, rambut gondrong, badan bau dan lagi-lagi pakean compang camping.
Aku terlantar dialam bebasnya menjadi manusia-manusia yang diatur oleh kepentingan perusahaan media, sementara aku hanya ingin mendalami bagaimana mengejar berita. Problemnya adalah keinginan dan kebutuhan profesionalisme kadang tidak seimbang dengan apa yang kita harapkan maka satu satunya jalan adalah mengambil jalan pintas, menjadi wartawan abal-abal. Lantaran berita makin sepi maka aku singgah di sebuah lokalisasi prostitusi Kota Makassar, kemudian aku mewawancarai seorang wanita peramu sex di Kota Makassar Jalan nusantara. Aku bersama dengan seorang teman asal jeneponto, dia juga seorang aktifis LMND(Liga Mahasiswa Demokrat) seorang sahabat yang aku tidak tau sekarang dia berada dimana. Setelah kami mewawancarai seorang peramu sex kami pun menyusun hasil wawancara disebuah halte di pantai Losari, lantaran capeknya karena siang malam mengejar berita akhirnya kami pun urung kan niat untuk tidur dan istrahat di halte tersebut.
Esoknya kami pun kembali ke kantor untuk menerima perintah dari meja redaksi berita apa lagi yang aktual untuk diangkat, selepas dari kantor kami bersama teman-teman wartawan pulang menggunakan mobil angkutan, namun aku niatnya menuju kampus karena ada undangan membawakan materi LK 2 HMI di kabupaten Wajo. Sementara aku sudah dapat perintah untuk memwawancarai salah seorang narasumber, dalam perjalanan Mobil kami terbalik dan masuk kedalam parit tepatnya di Mall Ratu Indah. Untung saja nyawa kami masih panjang seluruh penumpang yang ada di dalam angkutan tersebut tidak ada yang luka parah. Beginilah resikonya menjadi seorang wartawan sesampai di kampus aku kemudian merasakan trauma kecelakaan diatas angkut, sehingga niat untuk melanjutkan menjadi seorang wartawan berakhir sudah.
Tidak menjadi seorang wartawan bukan berarti aktifitas ku kemudian terhenti namun pekerjan-pekerjan lain makin menumpuk. Tentunya kembali ke jalur Mahasiswa menjadi agen sosial control, dan bergelut di dunia penulisan, salah satu upaya menggiatkan keinginan menulis aku bersama teman-teman membuat satu ontologi puisi menjadi sebuah buku bersama 101 penyair Kota Makassar. Menulis dibeberapa media Kota makassar makin giat di harian Fajar, Koran Identitas dan Majalah Makassar terkini menjadi langganan untuk menulis beberapa opini atau artikel-artikel.
Selang beberapa lama kemudian aku mulai melihat kehidupan ini makin tidak nyaman, kegelisahan akan masa depan makin menakutkan. Akhirnya aku terjun ke panggung politik Kota Makassar, dengan pengalaman bertarung di dunia kampus hampir 1 tahun lamanyA. Uku bersama teman-teman menyusun agenda-agenda politik kandidat Gubernur Sulawesi Selatan. Namun nasib sial melanda karena kandidat yang aku usung kalah, akhirnya aku rungkan niat untuk bergabung di sebuah NGO(LSM) mulai riset pilkada hingga riset media aku jalankan. Tentunya menulis adalah salah satu semangat yang mengantarkan aku pada dunia ku yang sebenarnya.
Seiring berjalan waktu aku pun nekat untuk mendaftarkan diri di IILF adalah satu fondation yang bergerak memberikan bantuan beasiswa pendidikan keluar negeri. Begitu aku tes aku hanya sampai di tahap ketiga karena tesnya selama satu tahun, begitu aku mulai menyusun tes selanjutnya akupun disuruh hijra ke Kota asal, tepatnya Kota Kendari untuk mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil. Akhirnya musnah sudah harapan untuk melanjutkan S2, maka pulanglah aku ke Kota kendari. Niat untuk menjadi seorang PNS gagal karena beberapa masalah yang tidak bisa aku hadapi, karena untuk menjadi PNS di kota ini kita harus membayar sebanyak 60 juta.
* * *
Hingga saat ini aku masih berkeyakinan bahwa setiap orang bisa membagi waktunya dengan pekerjaan lain walau dia seorang penulis dia bisa menjadi seorang kontraktor. Menjadi seorang kontraktor memang cukup gila bila dibandingkan dengan profesi lain. Karena untuk mendapatkan sebuah proyek kita harus bersaing dengan para kontraktor dengan segala macam cara. Misalnya saat proyek pembuatan Tanggul Penahan Banjir di gunung jati sampe-sampe warga setempat membawa parang dan ribetnya pengurusan berkas-berkas. Kemudian proyek jalan raya di Konawe Utara yang memakan waktu 3 bulan mulai dari bertengkar hingga hampir berkelahi menjadi santapan. Walaupun dengan harus membuang kesempatan Beasiswa S2 ke Korea karena aku yakin setiap kita menutup 1 pintu maka akan ada 7 pintu yang akan terbuka.
Bulan depan tepatnya harus fokus lagi dibeberapa pekerjaan tentunya masih di dunia proyek dan birrokrasi, aku mengikuti semangat sodara saya Agussalim Halip Pagala " Kita sudah bosan jadi orang Miskin, Karena Kita Orang Miskin Maka Kita harus Bekerja Keras"...
" Hidup itu kaya kertas yang dilipat lipat"
Pulang sebagai kalimat pamungkas ketika jalan kita mulai buntu, terkadang tangisan hanya gambaran sementara yang sifatnya instan. Gambaran pulang salah satu wujud yang tak berkesudahan, jika dia sesosok mahluk maka setiap orang pasti ingin menjumpai kata Pulang. Terkadang kita tidak mampu menerjemahkan pulang dalam bentuk laku, itu karena kebuntuan pilihan yang tidak tersedia. Apatah lagi kemalasan membuat kita ternina bobo dan asyik masyik dan larut di dalamnya, Tuhan menjadi simbol kekuatan.
Kebahagian diraih dari urusan urusan sederhana, namun memaknai kebahagian butuh pengulangan pengulangan benturan kehidupan. Memang boleh dibilang kehidupan ini sedang tidak bermain main, butuh logika dan arena yang tepat untuk menyelesaikannya, sebab dunia adalah arena tak bertuan. Setiap orang bebas menafsirkan kebahagiaannya masing masing, namun tidak semua orang bebas menafsirkan kehidupan jika kehidupan itu berjalan datar-datar saja.
Seorang anak pengusaha meraih kebahagiannya di diskotik dan tempat-tempat hiburan malam atau di tempat hiburan lainnya. Walaupun mengeluarkan kocek yang besar namun itu bukan masalah bagi mereka namun untuk memulangkan mereka kearah yang lebih normal itu agak sulit, walau mereka mengeluarkan uang sebanyak banyaknya, karena dunia mereka adalah Pop Culter. Walaupun kita tidak paham apa sebenarnya yang mereka ingin kan karena segalah sesuatunya mereka miliki.
Banyak orang bilang langit itu luas, namun banyak juga yang bilang dunia itu lebih luas, entahlah sebab Tuhan tidak pernah mempersoalkan luas dan besarnya langit dan dunia ini. Karena jika Dunia dan langit luas bisa membuat kecemburuan pada pemilik langit dan dunia, Tuhan melingkupi segalah sesuatunya. Tuhan tidak pernah marah, Tuhan tidak pernah cemburu dengan mahluknya namun Tuhan menegur manusia dalam benturan kehidupan. Terkadang Tuhan menurunkan Petir, Angin kencang, Tsunami dan kita tak kuasa menahan perih bahkan kita menangisi nya, namun setelah itu Tuhan menurunkan pelangi.
Adanya bukit dan gunung sebagai simbol kepercayaan alam kepada makhluk Tuhan yang sadar akan kebesaran-Nya, Tuhan ingin menerjemahkan dirinya dalam bentuk alam semesta. Cermin ini adalah simbol kekuasaan yang tak terbatas, dan setiap saat Dia pun bisa menghamburkan api nya seperti sesosok naga. Walau kadang kita lalai dalam urusan urusan sederhana, kata terimakasih pun kadang kita lupakan.
Atau begini saja kita kembalikan pada komitmen awal tentang keesaan Tuhan bahwa kita pernah janji untuk taat kepada Tuhan sebelum kita lahir. Namun terkadang kita lupa setelah kita besar pemikiran kita ini melahirkan banyak Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah marah, seperti marahnya seorang direktur kepada bawahannya, justru Tuhan memberikan kesempatan kedua dan ketiga untuk berbuat baik. Lagi-lagi masih ada saja yang tidak taat aturan Tuhan mereka sibuk dan asyik masyik dalam tarian dan kesenangan dunia.
Ingin ku menguatkan hati ini menjamah-Mu dalam setiap doa dan perilaku, namun cermin dunia yang ku hadapai begitu rumit dan berliku. Aku hanya ingin membuat engkau kagum terhadapku agar engkau tahu bahwa aku masih bisa kembali pulang. Energi yang engkau sisipkan kepadaku tinggal sebatang saja, rokok yang ku hirup setiap hari dan secangkir kopi yang menemani hanya ada disaat saat susah itu datang.
" Mimpi saja tidak cukup, Kamu harus berfikir untuk mewujudkan mimpimu, kamu harus berani untuk membayar 'Harga' mimpi tersebut. Kamu harus siap dengan segalah kalimat kasar, sinis dan cacian, itulah harga yang harus dibayar demi meraih mimpi"
Kalimat diatas saya Copas dari salah seorang guru(Teman Diskusi)Yusran Darmawan, disalah satu tulisannya "Inspirasi Paolo Coelho" saya kembali teringat saat Bung Yusran Darmawan menuliskan ini dengan buku yang saya baca "Sang Alkeimis" saat saya masih Mahasiswa Baru(MABA). Buku Sang Alkeimis yang dipinjamkan dari salah seorang senior Rahmat Derryawan, buku ini berkisa tentang seorang anak yang menaklukkan mimpi lewat alam. Seperti buku Andrea Hirata dengan sedikit meminjam kalimatnya "Bermimpilah maka alam akan memelukmu".
Di penggalan tulisan yang membuat saya kemudian bangkit seperti memasukkan Roh kedalam Raksasa yang sedang tidur begini kalimatnya " Kita terlahir dari satu rahim budaya yang sering tidak mendewasakan, ketika seorang sahabat membuka warung kecil di depan rumah. Semua tetangga langsung mencemooh. Sahabat itu dianggap bodoh, tidak tau selerah pasar, dianggap tidak paham budaya jual-menjual, atau dianggap tidak punya malu karena seorang alumnus perguruan tinggi bergengsi, kok tiba-tiba membuka warung"
Copas dari kalimat Bung Yusran Darmawan membangkitakan gairah ingin hidup seribu tahun lagi, ternyata cemoohan sesuatu yang tidak harus kita tekuni dalam-dalam. Ternyata kita harus berfokus pada tujuan yang akan kita buat, karena ternyata membuat jalan emas tidak semuda membalikkan telapak tangan. Ketika Bung Yusran menuliskan ini saya sangat menyimak baik-baik walau saat ini beliau masih berada di Amerika dan melanjutkan study di University Ohio saya banyak belajar dari beliau.
Terlepas dari Copas tulisan diatas lagi-lagi inpirasi terbesar saya ingin membangun mimpi satu kegiatan Warung Kopi Inspirasinya dari tulisan-tulisan dan semangat beliau. Memang tidak semuda membalikkan telapak tangan, karena cemoohan kian gencar menghampiri, tapi tak mengapa karena mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali. Rasanya berat benar jika dipikir-pikir tapi lagi-lagi saya tidak mendalami cemoohan, karena merangkai mimpi sama dengan merangkai kalimat menjadi satu tulisan kita butuh perenungan.
Kenapa jalan ini saya ambil?kenapa saya tidak mengikuti anjuran kawan menikah lebih baik? atau lanjut S2 biar bisa cerdas dan berkarakter. Terlepas dari itu semua saya hanya ingin belajar menghargai proses dengan karya, salah satunya membangun usaha kecil kecilan. Kenapa banyak para sarjanah yang gagal dalam bisnis, karena sarjanah terlalu banyak rel yang dia gunakan ketimbang yang bukan sarjanah, Warkop Haji Anto, Kopi daeng, Pallubasa Srigala dll mereka bukan keluaran universitas tapi tradisi dan kebiasaan dagang mereka lebih bisa dibanding Sarjanah, jadi potensi bukan hal yang luar biasa, tapi kebiasaan melakukan lah yang luar biasa.
Refleksi membuat Forum Komunikasi Osis di Kendari, Membuat IKA Alumni SMU, Membuat Organisasi Simpul Kendari di Makassar salah satu pelajaran yang berarti. Walau kadang dalam sejarah organisasi kadang kita terlupakan karena saya tidak pernah berharap ada imbalan apa-apa dari semua itu. Cukuplah iya menjadi penggalan masa lalu, dan tentunya gairah mendirikan satu usaha Warkop adalah keberlanjutan mendirikan sesuatu yang aneh aneh. Di satu sisi saya masih mengejar bagaimana bisa lanjut sekolah, kemudian menikah tapi itu terlalu sempurna maka kesempurnaan itu saya harus tunda sejenak.
Maka dengan nekat senekat nekatnya saya kemudian memutar semangat ini sampai 90 derajat bagaimana mendirikan satu ruang diskusi "WARKOP NDERLIN" memang sedikit narsis. Tapi tak mengapa saya masih membutuhkan cemoohan dan cacian sinis untuk lebih giat dan bangkit dari keterpurukkan. Akhirnya saya temukan lahan yang dipenuhi dengan rimbun rerumptan dan pohon belukar. Berlokasi di THR(Tempat Hiburan Rakyat) saya banyak dapat cerita-cerita perebutan lahan tersebut. Perebutan lahan antara Pemerintah dengan warga setempat, lahan tersebut merupakan lahan sengketa.
Kata Idealisme sebaiknya disudah harus berganti nama, Idealisme mahasiswa, Idealisme Sarjanah, idealisme itu semboyan yang selalu mereka gunakan sebagai tameng heroisitas seorang aktivis. Jika memang Idealisme sudah sepantasnya dirubah maka sebaiknya kalimat idealisme dimasukkan saja ke dalam tong sampah. Dari pada dia menjadi kalimat apologis bagi setiap teman-teman mahasiswa yang berlama-lama dikampus sebaiknya diganti saja.
Kata Aktivis dan Idealisme saling linear tapi dalam kenyatannya mereka gunakan sebagai metodologi dalam mendapatkan keuntungan sebesar besarnya dalam bertahan hidup. Yang toh pada akhirnya mereka pula yang memabiak uang Negara dan mereka berkata " Kami pun pernah jadi Aktivis, Kami pun pernah idealis dari pada anda". Sudah pasti ini menjadi tameng mereka yang mantan-mantan aktivis.
Sekonyong konyong nya Idealisme selalu menjadi alat pembenaran, menjadi alat legitimasi menghalalkan segalah macam cara dalam menggaet keuntungan dan membesarkan nama mereka. Kenapa tak belajar metodologi saja atau bagaimana mengasah kecerdasan instrumen agar kelak ketika mereka keluar dari kampus mereka bisa gunakan, tak hanya melegitimasi Idealisme mereka sebagai alat pembenaran. Toh pada akhirnya karir mereka berakhir di dalam jeruji katulistiwa, so apakah masih bisa kita katakan mereka sebagai penganut paham idealis.
Ada mantan aktivis...
Saya makin miris yang mana dikatakan mantan aktivis dan mana yang buka aktivis, bila aktivis sebagai pemberontakkan yang menolak marginalisasi berarti Punk, Rege, juga bisa dikategorikan sebagai aktivis. Tapi apakah mereka sudah siap dengan farian farian kenyataan hidup yang membuat mereka untuk tidak berdamai dengan kenyataan. Ternyata tidak banyak teman teman tidak mampu bertahan dengan kalimat Idealisme yang sebenar benarnya.
Ada lagi Masih Aktivis...
Jika masih berarti ruang dan waktu mereka semata-mata akan bertahan pada semboyan idealisme, dan kalimat aktivis, cuman kadang mereka melanjutkan study S2 sebagai pertahanan diri dalam menjunjung kalimat aktivis. Tapi masih ada ada saja yang mengatas namakan perjuangan rakyat, namun mereka juga mendapatkan upeti dari perjuangan itu. Kalau ada ajakan karokean dan relaksasi setelah mereka berjuang dan perjuangan itu dirayakan dengan wine dan miras so pasti saya hanya menikmatinya sebagai kawan, bukan sebagai sahabat. Karena saya pikir hidup ini penuh misteri pertemanan juga sangat berarti dalam membangun kecerdasan emosional, walau kejahatan itu sangat dekat dengan urat nadi.
Nyaris Jadi Aktivis...
Banyak yang phobia dengan ini, mereka hampir saja menjadi aktivis, namun karena benturan kehidupan mereka harus beralih profesi. Hampir saja mereka gunakan kalimat aktivis dan idealis karena mereka sibuk dengan kalimat profesional, maka idealisme bukan tameng mereka. Profesionalisme kata kuncinya
Aktivis Pinggiran Lain Lagi...
Mereka yang tidak memiliki Community jauh dari populer, dan organisasi mereka senang dengan eksitensialis, menganggap hal yang ada diluar dirinya sesuatu yang harus dijauhi. Kesendirian membuat mereka bertahan bahwa paham kedirian adalah keberadaan yang sesungguhnya.
Terlepas dari keempat paket diatas mungkin masih banyak lagi sekopnya cuman ini hanya relaksasi atas kedirian seorang aktivis. Banyak juga aktivis gagal dalam menempah dirinya, itu karena mereka memiliki 1000 alasan dalam menjelaskan kegagalan itu. Bukan juga strateginya yang salah melainkan mereka tidak mampu mengeksekusi strateginya, jadi hasilnya kembali pada Bab 1 dedikasi tanpa henti.
Untuk saat ini sebagai seorang hanya mengamati, baiknya membaca buku-buku mashab chikago, karena mashab frakfurt tidak bisa digunakan sebagai metodologi dalam menempa hidup kekinian. Buku paling praktis yang bagus untuk dibaca adalah " Praktis Bisnis On Line", "Mengembangkan Bisnis Waralaba" dan lain lain. Tentunya saat ini saya sedang menggilai buku-buku inspirasi membangkitkan motivasi hidup. Walau kadang saya harus melongok bacaan andre wongso, abu rizal bakrie dan lain sebagainya. Menghindari berbagai macam kontradiksi kontradiksi justru sedikit meminimalisr kegagalan dalam mengeksekusi strategi.
Logika ini saya tutup dengan mengucapkan selamat tidur dan selamat pagi, Menulislah selagi masih ada waktu...
" Pemuda yang berjalan tanpa mimpi, dia bukan siapa-siapa"
So Hok Gie
Catatan seorang Demonstran ku baca saat peluncuruan film "Gie" film itu mengisahkan tentang catatan seorang demonstran 60-an. Meninggal di usia muda yang memilih terasing, dari pada mati dalam kemunafikkan. Catatan itu dilukiskan buat anak muda yang punya semangat.
Kita terlanjur membangun mimpi dalam ruang ide, yang tentunya kelak akan kita bayar mahal walau jalannya begitu rumit kegagalan menjadi spirit. Sesuatu yang tak ada habisnya itu akan terhenti dengan sendirinya, jadi buat apa takut dengan kegagalan toh kegagalan itu ada batas nya. Kecuali kalau kita yang tak mampu menjawab tanda tanda zaman dan menyesali diri dalam keputus asaan.
Kita ini bukan raksasa namun kita lahir dialam persaingan yang begitu dahsyat, dan kita pun harus menyamar menjadi raksasa. Kapitalisme adalah persaingan, dan persaingan itu butuh tenaga dan pikiran, jika masih berada di jalan yang lunak maka siap2 digilas kaki tangan sang kapitalisasi.
So...Jangan pernah berjalan di jalan yang lunak, namun hati-hatilah dengan jalan yang engkau bangun karena jatuh itu bukan main sakitnya. Sembari ingin berkata Hewan saja mencari makan dijalan yang keras, apatah lagi manusia dengan akal dan pikirannya. Bukan kah kita ini lahir pertama kali bersaing dengan ribuan sperma dan kita bertarung abis-abisan, itulah perang pertama yang kita taklukkan menjadi mahkluk manusia.
Jika engkau lunak pada kenyataan maka kehidupan akan keras, jika engkau keras pada kehidupan maka kehidupan itu akan melunak. Apapun jalan mu pertanggung jawabannya adalah mengawabnya sampai tuntas walau kadang anda harus diberikan berbagai macam pilihan-pilihan. Karena kalimat akhir dari setiap bab dalam setiap buku buku filsafat pasti ada kesimpulan di dalamnya, yaitu bab V.
Fokus, Profesionalisme bahasa kapital yang mencoba membuat kotak paradigma dipikiran dan tingkah laku anda, maka jalani apa yang ada di depan mata. Toh pada akhirnya kekacauan itu akan menstrukturkan dirinya dalam bingkai keteraturan.
Warkop Haji Anto Lama, Mandonga 2012
Derlin. M. Noor
07.19
Mesut Ozil "do'a adalah sumber kekuatan saya, didalam dan diluar lapangan..."
Author:
newsbuzzz
"Teknik dan rasa mengolah bola berasal dari Turki yang juga leluhur saya. Adapun disiplin, sikap, dan keinginan selalu sempurna di lapangan merupakan bagian diri saya sebagai orang Jerman," Mesut Ozil
Sebagai pemain yang beragama muslim ,mesut ozil tidak lupa menglafalkan ayat-ayat suci al-quran sebelum bertanding dan menganggap dirinya peraduan dua budaya. Turki dan Jerman. Tak bisa dipungkiri pemuda berdarah Turki Jerman ini merupakan kebanggan Jerman dan pernah diperebutkan oleh Turki. Dan akhirnya Mesut Ozil memlih untuk membela Negara kelahirannya Jerman.
Dialah sang sutradara lapangan hijau, untuk Negara nya Jerman dan untuk Clubnya Real Madried, di Madried Ozil selalu menjadi starter dilini tengah. Memanjakan Cristiano Ronaldo untuk bola-bola mati merupakan kepiaweian Ozil dalam menggelindingkan Bola hingga Cristiano Ronaldo bisa bersaing dengan Lionel Messi dalam memperebutan kursi pemain terbaik.
Dikejuaran piala Euro 2012 ini CR7 seperti Singa tanpa taring dimana dia harus bekerja keras menggiring Bola dari area pertahanan Portugal. Namun ketika CR7 berada di Real Madrid dia tidak harus susah payah untuk turun ke daerah pertahanan sendiri. Karena disitu ada Xabi Alonso dan tentunya dilini tengah Ada Mesut Ozil. Ozil selalu menjadi bahan perhatian dunia, selain kesempurnaan menggiring Bola tentunya dia memiliki keyakinan Islam yang cukup sepadan dengan kelihaiannya menggiring Bola.
Di setiap sesi awal pertandingan tak hentinya Ozil yang masih berdarah Turki ini selalu menjulurkan kedua tangannya kedepan seraya berdoa agar pertandingan itu bisa diberkati. Bahkan Ozil pun berhasil meyakinkan pacranya untuk memeluk agama Islam sesuai dengan keyakinan Mesut Ozil. Hubungan mereka sudah terjalin sejak Mei 2009,"Saya tak mau mengomentari pertanyaan tentang kehidupan pribadi," ucap Oezil sambil tersenyum . Anna-Maria adalah adik dari penyanyi Jerman yaitu Sarah Connors yang pada bulan Juni 2010 telah berganti agama yaitu Islam sesuai dengan keyakinan Ozil.
Tugas nya di pertandingan Euro 2012 ini adalah meraih tropi, dimana dia harus memanjakan Mario Gomez untuk mengeksekusi di depan Gawang lawan. Namun sesekali Ozil selalu memberikan ancaman pihak lawan, tentunya tanpa Ozil dilini tengah Gomez tak berarti sama sekali. Jika ozil diperintahkan untuk keluar lapangan dan digantikan oleh cadangan maka Mario Gomez pun digantikan oleh Cadangan. Dua Tokoh kunci ini dijadikan sebagai tandem dalam memperebutkan piala di kejuaraan kali ini.
Sang Sutradara lapangan hijau ini bermain sangat santun, kepalanya senantiasa menunduk dan tidak pernah menonjolkan geringan yang berlebih walau dia mencetak Gol. Begitupun ketika memberikan Asisst kepada Mario Gomez untuk mencetak Gol, Mesut Ozil selalu tampil apa adanya. Walaupun sebenarnya Ozil sang bintang lapangan Hijau namun dia selalu merasa bahwa bermain Bola harus di dukung oleh Do'a. Dia berkeyakinan kalau disetiap pertandingan Allah SWT menyertai langkahnya.
Mesut Ozil tak seperti Firman Utina di Indonesia, tak Seperti Xavi Hernandes di Sapanyol, tak seperti Syamsul Haeruddin di PSM, tak seperti Sneider di Intermilan. Ozil adalah Ozil yang memiliki kreatifitas meramu si kulit bundar dan ditopang dengan keyakinan Islam yang mumpuni. Tak seperti Nasri, Robin Van Persie, Anelka, Ribery, Ibrahim Affelay, Karim Benzema dia lah Mesut Ozil sang calon Legenda sekelas dengan Zinadene Zidane.
"do'a adalah sumber kekuatan saya, didalam dan diluar lapangan..."Ucap Ozil dibeberapa media. Keyakinan Ozil adalah kekuatan dan spiriti dia. Jika Zinadene Zidane dikenal sebagai sang filosof sikulit bundar, Ozil lebih pada sang religi sikulit bundar. Dilapangan hijau Ozil selalu menjadi langganan dalam menyepak tendangan samping baik di Clubnya Real madrid maupun di gelaran piala Euro ini.
07.16
Menuju Walikota Kendari" Pertarungan, Penghianatan Politik dan Pelacuran Politik"
Author:
newsbuzzz
Memasuki akhir-akhir menuju Walikota Kendari tentunya diskusi ini makin menarik untuk diperbincangkan, sementara jualan masing-masing kandidat menjadi menarik untuk dijadikan taruhan politik. Dari skema politik tentunya ini hal menarik pula untuk dirundingkan, karena disini konsep-konsep politik hampir 30% berjalan, lah 70% nya berarti tidak berjalan. Muatan politik datang nya dari bawah, semangat berpolitik itu bukan dari elit tapi datangnya dari Tim Sukses di Grass Root.
Pola ini tentunya sudah menjadi tradisi, dinamika politik sangat menarik jika kita melihat kondisi di akar rumput, walau mereka kadang membentuk dirinya dalam tiga wajah. Hmmm Sambil asik menikmati kopi pagi tentunya sambil menyaksikan lantunan dari para relawan yang sedang mempersiapkan ribuan massanya. Tapi entahlah nama-nama yang mereka masukkan kadang seliweran susah ditebak apakah bener nama-nama itu pendukung fanatik atau daftar nama-nama yang tertulis di batu nisan perkuburan, entahlah mereka juga sedang mencari sesuap nasi.
Mulai dari nomor urut 1, nomor urut 2, nomor 3, Nomor Urut 4 dan 5 masih menampilkan gagasan tetang rangkaian pembengunan Kota Kendari. Dijalan-jalan terterah gambar bernomor urut 1,2,3,4,5 yang semuanya memilki gagasan ideal, tapi apakah gagasan itu bejalan jika mereka gagal dalam pertarungan politik. Nomor Urut 1 menggunakan Take line MAHAR, Nomor urut 2 GEO UNGGUL, Nomor Urut 3 HARUM, Nomor urut 4 SOSOITO dan 5 menggunakan HATINYA.
Pertarungan ini tentunya menarik untuk disimak karena dari pertarungan politik ini akan melahirkan barisan sakit hati yang kalah dari pertarungan politik. Namun cukup menarik bila hal ini dijadikan referensi sejarah yang kedepan akan melahirkan pemimpin Kota Kendari dengan herositas dan flamboyan. Bolehlah kita katakan Kendari menempati urutan ke 86 nomor urut 86 ini teguran buat Kota kendari untuk segera berbenah diri.
Dalam kondisi keterpurukkan ini tentunya kedepan harus menjadi semangat bagi pemimpin kita untuk memperbaiki diri, bukan membangun Pemerintahan dari kulitnya saja. Dimana-mana kita hanya dihiburkan mendapatkan piala Adipura, namun juara Konteng dalam pengelolaan Pemerintahan, Walikota itu bukan Badut yang selalu memberikan hiburan buat rakyatnya. Tapi lebih dari itu urusan Pemerintahan harus dijalankan utamanya pelayanan publik harus berjalan normal bukan membentuk Pemerintahan Dinasti.
Dari semua ini saya melihat mulai lahir penghianat-penghianat Politik, yang kemudian menjadi guyonan dan hiburan dimasa-masa kampanye. Arus massa tentunya tidak bisa diklaim sebagai suara murni pendukung, namun lebih dari itu tentunya mereka sedang beraktualisasi dalam maraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Walaupun penghianat politik itu sudah mendarah daging.
Mulai lagi ribuan massa akan memadati tribun-tribun kampanye, mereka akan meneriakkan yel-yel kampanye, teriakan pelacur-pelacur politik. Nyanyian ini tentunya menjadi pesta rakyat, yang dilakukan lima tahun sekali, berarti lima tahun sekali ini kita menemukan pemimpin kita walaupun setiap kompetisi ini melahirkan Petarung, Penghianat dan Pelacur Politik.
Kendari, 30 Juni 2012
Derlianun Barthesian Latoharu
Incumbent satu bahasa yang cukup di keramatkan dalam setiap momen-momen pilkada, semua orang pasti merasakan hal yang sama. Padahal seluruh kandidat memiliki Figuritas, Many, dan Sosial, namun lagi-lagi Sihir kalimat Incumben memang dikeramatkan. Semua kandidat memiliki peluang yang sama, jargon politik yang bagus dibanding Incumbent, tapi keramatnya kalimat Incumbent susah terbendung.
Kapan yah Indonesia berhenti Mengedepankan Politik Identitas???
Tanggal Berdiri: 08/01/2011
Tanggal Pengesahan Notaris : 07/02/2012
Direktur : Derlin, S.Sos
Wakil Direktur : Abdul Engge, ST
Anggota :
Agussalim Halip Pagala, ST
Ansar, SH
Rendra Manaba, SE
Profil Perusahaan
Sekretariat Sementara Jl. Oikumene, Warkop Sogi
Perusahaan ini diberinama CV Metro Pasific disingkat MP
Jenis Pekerjaan
Bergerak dalam bidang Jasa, Pembuatan Stempel, Pengadaan Barang, Konstruksi, Even-Even Seminar dan Hiburan, Percetakan Majalah, buku, dan Profil Daerah, Konsultan Politik(Survey Pilkada), Serta Bergerak dalam Usaha Pertambangan, Out Bound Vocation.
Pekerjaan Yang Sudah Terealisasi :
1. Pendirian Usaha Stempel Cetak
2. Pelaksana Proyek Tanggul Penahan Banjir di Gunung Jati
3. Pelaksana Proyek Jalan Raya bekerja sama dengan CV. Renkar Raya di Desa Lahimbua Kab. Konawe Utara
4. Even Pelantikan Ketua IDI Kab.Konawe Utara (Dalam Proses)
5. Pembuatan Majalah Bombana bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bombana(Dalam Proses)
Perencanaan Pekerjaan :
1. Seminar bersama Mario Teguh
2. Pengelolaan Lapangan Ex MTQ
3. Pendirian Warung Kopi
4. Usaha Jasa antar jemput anak sekolah
5. Pembuatan Buku
6. Even musik di Kota Kendari
Demikianlah perusahaan ini didirikan sebagai langkah untuk membangun bisnis usaha dan proyek lainnya, jika kalian ingin bekerja sama melakukan Even atau bekerja sama dalam pengadaan Barang dan Konsultan Politik silahkan hubungi kami. Kami Siapa bekerja sama dalam bentuk apapun yang tentunya akan disepakati bersama sesuai dengan komitmen kedua bela pihak.
Langganan:
Komentar (Atom)







